Selasa, 15 Oktober 2013

Bruno Mengunyah !!


Senangnya melihat Bruno, anjing kesayanganku yang sudah aku rawat dari kecil bertingkah layaknya anak kecil.  Bruno dari kecil terbiasa pemakan segalanya, dari tempe sampai daging mulutnya tetap mengunyah. Tapi jangan salah kalau Bruno pun doyan yang namanya kue-kuean, seperti yang sedang dia kunyah secara perlahan layaknya yang difoto.

Bruno mengambil kue itu setelah aku berikan dari depan pintu rumah, dia membawanya ke karpet keramatnya kemudian duduk dengan manisnya. Dia menikmati kue bolu tersebut secara perlahan sambil menatapku yang memfotonya. Bruno itu kalau dilihat pada saat dia mau makan pasti dia tidak akan memakannya. Tapi setelah semua orang pergi baru deh dia melahap kue tersebut dengan mantapnya..

Bruno binatang kesayanganku yang paling tidak bisa aku lupakan. Apalagi sewaktu dia pernah ku berikan kepada oranglain, eh dia terluka. Dia malah gak mau makan selama 3 hari dan duduk terus. Tapi pada saat aku datang, dia malah langsung beranjak dari duduknya dan langsung melahap makanan yang aku berikan.

Tapi Bruno berasal dari masalaluku yang bahagia yang memang harus dilupakan. Tapi bruno takkan pernah terlupakan.

Senin, 14 Oktober 2013

Impian Masa Depan

Memang terkadang masalah tidak bisa diselesaikan dengan cara emosi atau pun dengan cara melarikan diri. Namun untuk permasalahan hati terkadang kita harus mengambil keputusan yang sangat besar sehingga orang lain yang melihatnya bahwa kita pergi untuk hal yang sebenarnya, bahwa kita menghilang demi sebuah keputusan untuk masa depan lebih baik.

Seperti keputusan yang akan aku dan dia ambil, langkah ini bukan untuk sementara tapi selamanya. Melihat dari satu orang teman yang pernah menjalani kehidupan berdua dengan anak mereka yang telah hadir dalam hidup mereka. Bertahan selalu walaupun mereka kesulitan bahkan mereka terus bertahan tanpa memberitahukan kepada orangtua si cewe. Sampai anaknya berumur 3 tahun, dia baru memberitahukan kedua orangtuanya. 

Akankah kami berdua sanggup seperti itu ? Sanggupkah kami membesarkan anak kami sendiri ? Sanggupkah kami mendidik anak kami dengan benar ? Namun aku percaya, bahwa melangkahkan kaki pada hari ini akan membawa yang terbaik bagi kami. Kami akan menunjukkan bahwa kami bisa menjadi lebih baik atas segala keputusan yang kami ambil.

Sedih melihat keadaan dia yang kondisinya menurun karena jauh dari diriku, menjadi sedih karena tidak bisa menjadi seorang istri yang baik bagi dirinya. Apalagi dd dalam kandungan pun suka berontak kalau sedang merindukan ayahnya.

Ya ALLAH, hamba mohon bukakan jalan yang terbaik walau apa yang hamba lakukan di awal ini dimulai dengan keburukan. Hamba hanya ingin yang terbaik bagi keluarga kecil hamba yang akan mencoba mandiri.

Minggu, 13 Oktober 2013

TEKANAN JIWA !!

Dia hanya seorang anak kecil berumur 8 Tahun saat dia mengetahui dari ibunya sendiri bahwa dia bukanlah anak kandung dari ibunya namun dia hanya seorang anak angkat yang diambil 8 Tahun yang lalu dari ibunya yang sekarat dan bapaknya yang telah meninggal. Yang gadis kecil itu ketahui adalah keluarga dari orangtuanya tidak ada satu pun yang mengambilnya dan membiarkan dia bersama ibu angkatnya.

Gadis kecil itu mengalami hal yang sangat menakutkan dalam hidupnya, dia pernah hampir dibunuh oleh ibu angkatnya sendiri dikarenakan ibunya kesal saat ibunya sedang mencuci dilantai atas anak kecil itu sedang melihat 2 ekor kucing kecil diluar. Akhirnya ibu angkatnya memanggilnya, memukulnya dan menelepon ayah angkatnya kemudian mengancamnya akan membunuhnya. Ibu angkatnya sudah menodongkan pisau kearahnya. Hal ini dia lupakan, dia tinggalkan setelah dia beranjak 1 tahun kemudian.

Hari-hari biasa gadis kecil itu lalui, ada bahagia dan ada kesedihan. Dia melakukan kesalahan sedikit dia bisa dipukuli habis-habisan atau pun disayang berlebihan. Makin lama pun gadis itu beranjak dewasa, dia tidak tumbuh dengan sempurna. Dia tumbuh dewasa menjadi gadis gemuk yang sangat minder tapi dia berusaha bergaul.

Kenangan masa kecil akan dipukuli menjadi ketakutan atau bahkan kepatuhan yang dipaksakan bahkan bisa dikatakan dia menjadi sangat patuh pada waktu. Menjadi penurut didalam rumah bukan berarti dia tidak nakal diluar rumah, namun kenakalannya baru berani dia lakukan menjelang umurnya 18 Tahun atau tahun terakhirnya di SMA.

Ibu angkatnya lah yang memberi gambaran bagaimana dia harus berbohong, ibu angkatnya lah yang selalu memberikan dia pandangan bagaimana kedua orangtua bisa bertengkar dan ayah angkatnya hanya bisa mengalah. Ayah angkatnya yang sudah memberikan segalanya untuk keluarga seakan tidak dihargai oleh ibunya. Sikap temperamental inilah yang diserap secara tidak sadar oleh gadis yang sudah beranjak dewasa ini.

Pertamakali gadis ini berpacaran, pertamakali juga dia memberikan segalanya kepada pria tersebut. Hubungan mereka yang sering terjadi karena kekerasan kepala kedua belah pihak sampai akhirnya pun putus. Dalam hubungan ini pun, ibu angkatnya ikut campur. Setelah 4 tahun setengah menjalani hubungan, akhirnya hubungan itu pun usai dikarenakan sikap main tangan si pria dan juga kenakalan si pria.

Pertengkaran kedua orangtua angkat gadis itu terus menerus walau pun saat ini mereka sudah tua tapi pertengkaran terus ada. Permasalahan yang pasti dalam keluarga itu hanya lah materi, dimana sebenarnya keluarga mereka sangat berkecukupan namun si ibu tidak pernah puas dengan apa yang diberikan oleh si ayah. Merasa kurang bahkan sangat kurang dan selalu mengumbar bahwa mereka miskin. Padahal kekuranagan mereka dikarenakan si ibu yang boros, setiap mendapatkan uang banyak pasti buat traktir teman-temannya atau bisa dibilang gali lubang tutup lobang.

Gadis itu melupakan masalahnya yang dia hadapi dengan bermain game online dan bertemu dengan teman-teman baru bahkan dengan cowo baru pula. Dari semua pria yang pernah datang akhirnya ada 1 yang bisa sangat dia sayangi.

Pada usia gadis itu 23 tahun, gadis itu melarikan diri dari rumah untuk pertamakalinya bersama kekasihnya yang memang lebih muda dari dia yang merupakan cowok yang dia dapat dari game online. Mereka kabur, mereka bersusah payah sampai mereka mengalami kelaparan dan lainnya. sampai akhirnya mereka menikah dengan terpaksa karena dipaksa oleh orangtua angkat si gadis.

Pernikahan mereka pun tidak pernah tenang karena selalu di ganggu ibu dari si gadis yang bilang tidak suka dengan si suaminya lah. Sampai akhirnya si gadis hamil pun selalu diberikan tekanan, sedangkan si gadis melihat dari dulu dari awal abangnya menikah smuanya merupakan uang dari orangtua. Tapi apapun langkah yang diambil si gadis akhirnya disalahkan atau tidak pernah benar.

Anak dalam kandungan pun meninggal pada usia kandungan 9 bulan, entah tekanan dari orang tua tp yang pasti si gadis merasa sangat tertekan karena smuanya terasa tidak mengenakan di hati. akhirnya berpengaruhlah pada pernikahannya yang menjadi hancur.

Setelah disimpulkan semuanya adalah ternyata memang apa yang si gadis lakukan harus dengan tangannya sendiri kalau dia tidak berjuang sendiri ibu angkatnya akan menghina akan mencaci dan selalu menyalahkannya. Dia dibutuhkan dalam keluarga namun dia diperlakukan layaknya anak buangan yang tidak dianggap.

Dihadapan matanya, dia melihat sendiri kakaknya menikah lagi dan istrinya melahirkan anak secara cesar merupakan biaya orangtuanya bahkan dia melihat sendiri apapun yang dibeli untuk bayi kakaknya langsung dari dompet ibunya. Sedang sewaktu gadis itu menyatakan bahwa dia ingin menikah lagi dengan kekasihnya yang sekarang secara cepat, ibunya langsung mengatakan kalau dia tidak mau kalau nikah gara-gara punya cucu lagi karena dia enggak mau mengurusnya. 

Apapun yang dilakukan gadis itu tidak pernah benar, oranglain yang salah pasti gadis itu yang kena imbasnya namun tak ada yang menyadari bahwa alasan dia keluar rumah adalah karena ibu angkatnya yang mau menang sendiri. Gadis itu tidak pernah sedikit pun kabur karena seorang pria tapi dia kabur karena perilaku ibunya yang tidak pernah berubah. Dia merasakan dibedakan, dia merasa menjadi sampah dalam keluarga tapi dia berusaha tegar entah sampai kapan..

Kamis, 10 Oktober 2013

My Radon My First Baby My Love


Ini adalah makam anakku pertamaku, Radon Prasetyo Azis yang berasal dari mantan suami. Dan hanya karena anakku inilah aku bertahan hidup, seakan aku ingin mengejar bahwa aku akan menjadi seorang ibu akan diberi kesempatan lagi menjadi seorang ibu. 

Ini adalah anakku yang tidak pernah aku lihat secara langsung, selalu aku melihat sosoknya melalui gambar namun aku selalu merindukannya. Kini aku sudah mengandung lagi dan berharap Radon melihatnya karena aku akan menjaga janin kecil yang ada diperutku sama seperti Radon jika saja dia lahir dan menghiasi duniaku lebih indah.

Surat Bunda untuk Radon :

Anakku Radon, maafkanlah bunda yang seakan melupakan semuanya bahkan melupakan kamu. Tapi bunda selalu sayang kamu dan tidak mau kehilangan kamu dalam hati bunda yang paling dalam. Bunda selalu membayangkan dirimulah berada dipelukan bunda dan ada disetiap mimpi bunda. Namun bunda merasa bahwa dirimu pergi dengan ikhlas, kamu pergi dengan cinta dan kamu pergi meninggalkan bunda dengan sebuah sayap yang benar2 membuat bunda harus membuka halaman yang baru. Bahkan bunda membeli sebuah lembaran baru.

Sayangku, anakku, doakanlah bunda disini bisa membesarkan adikmu yang ada di kandungan bunda. Mungkin dari ayah yang berbeda namun memiliki cinta yang sama. Bunda akan bersama mu nanti pada saat ALLAH memanggil bunda, bunda akan bisa memelukmu pada saat itu dan bunda akan merasakan dirimu secara nyata pada saat itu tiba. Maafkan bunda yang tidak dapat menjagamu lebih baik sayang..

Tunggu bunda sayang walaupun lama..
Tunggu bunda anakku cinta walaupun waktu tak berbatas..
Tunggu bunda sayang demi segala ke abadian..

I love u my radon..

New Life New Hope

Apalah arti ini bagi seorang wanita normal yang mengharapkan seorang momongan yang hadir dalam hidupnya ? Setelah semua hal menjadi berantakan dan akhirnya menjadi teratur bahkan membuang keegoisan demi janin kecil yang tumbuh dalam diri nya.

Arti testpack ini adalah segalanya bagiku, bagi hidupku, akhirnya tanda menjadi 2 yang selama ini aku tunggu dimana hampir 2 tahun aku menunggunya. Kehilangan anak pertamaku membuat seluruh duniaku hancur dan aku pun turut hancur. Sekarang..Saat ini.. Pada waktu tanggal 3 September aku baru mengetahui hasil dari mual dan juga rasa malas yang menggebu. Ternyata ada si janin kecil yang sedang tumbuh di dalam kandunganku.

Memang kehadirannya seakan membuat aku percaya bahwa aku akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan melupakan masalalu ku yang kelam bahkan kesalahanku yang tidak bisa ku tebus. Maafkanlah semua kesalahanku di masa lalu, dan ijinkan aku melangkahkan kaki untuk kehidupanku yang lebih baik dengan si dia juga calon bayi kami.

Tanda merah 2 itu membuat impianku menjadi lebih baik dan aku percaya aku mampu berbuat apapun agar si calon bayi hadir ke dunia ini, aku tak mau kehilangan untuk kedua kalinya. Aku akan menikmati segala perkembangan yang hadir dalam hidupku, aku akan merasakan semuanya, mencintai segala yang diberikan, menjalani apa yang harus ku jalani.

Hanya berharap Allah akan melancarkan apa yang sudah direncanakan, Allah akan memberikan apa yang kami mohonkan. Allah sudah memberikan calon bayi ini kepada kami, berarti ALLAH sudah mempercayakan kami untuk bisa mendidiknya menjadi lebih baik, membesarkannya dengan semangat dan berharap yang terbaik bagi masa depan. Semoga semuanya menjadi lancar.. Amin.

Senin, 23 September 2013

Sakit Hati Tak Akan Pernah Selesai

Sampai kapan mulut kejam akan mengakhiri kata-kata kasarnya dan menyadari apa yang dikatakannya akan menyakiti hati oranglain ? Akankah dia terus-terusan membuat oranglain menderita dan berpikir kalau dia lah yang paling benar dalam hidupnya.

Hidupku berasal dari jalanan, dibesarkan dan dididik dengan baik namun besar dengan penuh sakit hati seakan pembedaan tak akan berhenti sampai mati nanti atau salah satu dari kami mati. Hal ini tidak akan berakhir sampai salah satu dari kami mati dengan memendam segala rasa.

Aku merasakan semuanya, merasa dibedakan, merasa selalu di anak tirikan bahkan merasakan yang namanya kadang dibutuhkan kadang tidak. Merasa disalahkan selalu ada dalam hidupku bahkan setiap langkah hidupku, apa kematian lebih baik untuk diriku ?

Tapi aku bertahan walau sakit hati, terkadang percaya bahwa Allah memberikan segalanya yang terbaik di masa depan dan tak selamanya aku seperti ini. Tergantung bagaimana aku menahan diri dan sampai kapan aku bisa menahan diri.

Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk menjalani semuanya dan hamba percaya bahwa Engkau memiliki rencana yang lebih baik bagi hidup hamba. Hamba mungkin telah banyak menyakiti orang yang pernah mencintai hamba sepenuh hati, dan hamba merasa hamba pantas mendapatkan segala sakit hati yang ada di dunia ini. Namun biarkanlah hamba menikmati dan menjalani hidup yang lebih baik.

Ya Allah, yang hamba minta hanyalah kesabaran yang tinggi dan sanggup menjalani semuanya untuk mencapai keindahan yang nyata. Aku percaya..hamba percaya..bahwa hamba belajar terus seumur hidup hamba nantinya namun hamba percaya hamba akan meraih kebahagiaan pasti. Amin..

Minggu, 22 September 2013

Mendelete Masa Lalu

Mendelete masalalu bukan berarti akan menghilangkan kenangan yang sudah terukir ataupun tertulis di masa sekarang, karena apa yang terjadi di masa sekarang merupakan imbas yang kita jalani di masa lalu. Namun bagaimana kita mengantisipasinya dan melangkahkan kaki kita ke jalan yang sesungguhnya benar.

Jujur saja, tidak ada benar-benarnya diri ini di masalalu bahkan di masa sekarang pun masih ada kekurangannya. Namun apa salahnya memperbaiki secara perlahan apa yang tidak benar.

Menghilangkan masa lalu tidak semudah membalikan telapak tangan karena beratnya beban di masa lalu yang terbawa hingga masa sekarang. Andai kita memiliki mesin waktu layaknya doraemon miliki, aku memilih untuk berhenti di satu waktu dimana mungkin sekarang segalanya berjalan sesuai dengan yang kuinginkan.

Mesin waktu memang indah karena kita bisa kembali ke masalalu tapi jika kita kembali ke masa itu, berarti kita tidak belajar dan tidak akan mendelete masalalu kelam kita. Yang ada kita berhenti pada satu titik nantinya dan tidak mendapati pelajaran apapun.

Terkadang tidak ada salahnya mendelete masalalu, ambil lah yang bisa diambil lalu dijadikan modal kehidupan dan kita bisa menjalaninya dengan indahnya. Karena kita sudah belajar karena kita sudah berkenalan dengan situasi di masa lalu yang lebih berat.

Buanglah yang buruk dari masalalu, dan biarkan saja orang berkomentar apapun tentang masalalu kita. Terkadang orang yang tidak bisa membuka matanya akan berpaku pada masalalu kita yang kelam lalu menjudge kita seenak perutnya sendiri. Tapi lebih baik jika kita buka lembaran baru, bukalah lembaran tersebut dengan orang-orang kenalan kita yang baru kecuali keluarga kita karena keluarga kita yang akan selalu memeluk kita disaat kita galau.

Jadi pilihan ada di tangan anda, kalau saya memilih mendelete masalalu di bandingkan saya harus terbebani dengan semua prasangka buruk yang hadir dalam kehidupan saya yang sekarang.