Mendelete masalalu bukan berarti akan menghilangkan kenangan yang sudah terukir ataupun tertulis di masa sekarang, karena apa yang terjadi di masa sekarang merupakan imbas yang kita jalani di masa lalu. Namun bagaimana kita mengantisipasinya dan melangkahkan kaki kita ke jalan yang sesungguhnya benar.
Jujur saja, tidak ada benar-benarnya diri ini di masalalu bahkan di masa sekarang pun masih ada kekurangannya. Namun apa salahnya memperbaiki secara perlahan apa yang tidak benar.
Menghilangkan masa lalu tidak semudah membalikan telapak tangan karena beratnya beban di masa lalu yang terbawa hingga masa sekarang. Andai kita memiliki mesin waktu layaknya doraemon miliki, aku memilih untuk berhenti di satu waktu dimana mungkin sekarang segalanya berjalan sesuai dengan yang kuinginkan.
Mesin waktu memang indah karena kita bisa kembali ke masalalu tapi jika kita kembali ke masa itu, berarti kita tidak belajar dan tidak akan mendelete masalalu kelam kita. Yang ada kita berhenti pada satu titik nantinya dan tidak mendapati pelajaran apapun.
Terkadang tidak ada salahnya mendelete masalalu, ambil lah yang bisa diambil lalu dijadikan modal kehidupan dan kita bisa menjalaninya dengan indahnya. Karena kita sudah belajar karena kita sudah berkenalan dengan situasi di masa lalu yang lebih berat.
Buanglah yang buruk dari masalalu, dan biarkan saja orang berkomentar apapun tentang masalalu kita. Terkadang orang yang tidak bisa membuka matanya akan berpaku pada masalalu kita yang kelam lalu menjudge kita seenak perutnya sendiri. Tapi lebih baik jika kita buka lembaran baru, bukalah lembaran tersebut dengan orang-orang kenalan kita yang baru kecuali keluarga kita karena keluarga kita yang akan selalu memeluk kita disaat kita galau.
Jadi pilihan ada di tangan anda, kalau saya memilih mendelete masalalu di bandingkan saya harus terbebani dengan semua prasangka buruk yang hadir dalam kehidupan saya yang sekarang.
Jujur saja, tidak ada benar-benarnya diri ini di masalalu bahkan di masa sekarang pun masih ada kekurangannya. Namun apa salahnya memperbaiki secara perlahan apa yang tidak benar.
Menghilangkan masa lalu tidak semudah membalikan telapak tangan karena beratnya beban di masa lalu yang terbawa hingga masa sekarang. Andai kita memiliki mesin waktu layaknya doraemon miliki, aku memilih untuk berhenti di satu waktu dimana mungkin sekarang segalanya berjalan sesuai dengan yang kuinginkan.
Mesin waktu memang indah karena kita bisa kembali ke masalalu tapi jika kita kembali ke masa itu, berarti kita tidak belajar dan tidak akan mendelete masalalu kelam kita. Yang ada kita berhenti pada satu titik nantinya dan tidak mendapati pelajaran apapun.
Terkadang tidak ada salahnya mendelete masalalu, ambil lah yang bisa diambil lalu dijadikan modal kehidupan dan kita bisa menjalaninya dengan indahnya. Karena kita sudah belajar karena kita sudah berkenalan dengan situasi di masa lalu yang lebih berat.
Buanglah yang buruk dari masalalu, dan biarkan saja orang berkomentar apapun tentang masalalu kita. Terkadang orang yang tidak bisa membuka matanya akan berpaku pada masalalu kita yang kelam lalu menjudge kita seenak perutnya sendiri. Tapi lebih baik jika kita buka lembaran baru, bukalah lembaran tersebut dengan orang-orang kenalan kita yang baru kecuali keluarga kita karena keluarga kita yang akan selalu memeluk kita disaat kita galau.
Jadi pilihan ada di tangan anda, kalau saya memilih mendelete masalalu di bandingkan saya harus terbebani dengan semua prasangka buruk yang hadir dalam kehidupan saya yang sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar