Dia hanya seorang anak kecil berumur 8 Tahun saat dia mengetahui dari ibunya sendiri bahwa dia bukanlah anak kandung dari ibunya namun dia hanya seorang anak angkat yang diambil 8 Tahun yang lalu dari ibunya yang sekarat dan bapaknya yang telah meninggal. Yang gadis kecil itu ketahui adalah keluarga dari orangtuanya tidak ada satu pun yang mengambilnya dan membiarkan dia bersama ibu angkatnya.
Gadis kecil itu mengalami hal yang sangat menakutkan dalam hidupnya, dia pernah hampir dibunuh oleh ibu angkatnya sendiri dikarenakan ibunya kesal saat ibunya sedang mencuci dilantai atas anak kecil itu sedang melihat 2 ekor kucing kecil diluar. Akhirnya ibu angkatnya memanggilnya, memukulnya dan menelepon ayah angkatnya kemudian mengancamnya akan membunuhnya. Ibu angkatnya sudah menodongkan pisau kearahnya. Hal ini dia lupakan, dia tinggalkan setelah dia beranjak 1 tahun kemudian.
Hari-hari biasa gadis kecil itu lalui, ada bahagia dan ada kesedihan. Dia melakukan kesalahan sedikit dia bisa dipukuli habis-habisan atau pun disayang berlebihan. Makin lama pun gadis itu beranjak dewasa, dia tidak tumbuh dengan sempurna. Dia tumbuh dewasa menjadi gadis gemuk yang sangat minder tapi dia berusaha bergaul.
Kenangan masa kecil akan dipukuli menjadi ketakutan atau bahkan kepatuhan yang dipaksakan bahkan bisa dikatakan dia menjadi sangat patuh pada waktu. Menjadi penurut didalam rumah bukan berarti dia tidak nakal diluar rumah, namun kenakalannya baru berani dia lakukan menjelang umurnya 18 Tahun atau tahun terakhirnya di SMA.
Ibu angkatnya lah yang memberi gambaran bagaimana dia harus berbohong, ibu angkatnya lah yang selalu memberikan dia pandangan bagaimana kedua orangtua bisa bertengkar dan ayah angkatnya hanya bisa mengalah. Ayah angkatnya yang sudah memberikan segalanya untuk keluarga seakan tidak dihargai oleh ibunya. Sikap temperamental inilah yang diserap secara tidak sadar oleh gadis yang sudah beranjak dewasa ini.
Pertamakali gadis ini berpacaran, pertamakali juga dia memberikan segalanya kepada pria tersebut. Hubungan mereka yang sering terjadi karena kekerasan kepala kedua belah pihak sampai akhirnya pun putus. Dalam hubungan ini pun, ibu angkatnya ikut campur. Setelah 4 tahun setengah menjalani hubungan, akhirnya hubungan itu pun usai dikarenakan sikap main tangan si pria dan juga kenakalan si pria.
Pertengkaran kedua orangtua angkat gadis itu terus menerus walau pun saat ini mereka sudah tua tapi pertengkaran terus ada. Permasalahan yang pasti dalam keluarga itu hanya lah materi, dimana sebenarnya keluarga mereka sangat berkecukupan namun si ibu tidak pernah puas dengan apa yang diberikan oleh si ayah. Merasa kurang bahkan sangat kurang dan selalu mengumbar bahwa mereka miskin. Padahal kekuranagan mereka dikarenakan si ibu yang boros, setiap mendapatkan uang banyak pasti buat traktir teman-temannya atau bisa dibilang gali lubang tutup lobang.
Gadis itu melupakan masalahnya yang dia hadapi dengan bermain game online dan bertemu dengan teman-teman baru bahkan dengan cowo baru pula. Dari semua pria yang pernah datang akhirnya ada 1 yang bisa sangat dia sayangi.
Pada usia gadis itu 23 tahun, gadis itu melarikan diri dari rumah untuk pertamakalinya bersama kekasihnya yang memang lebih muda dari dia yang merupakan cowok yang dia dapat dari game online. Mereka kabur, mereka bersusah payah sampai mereka mengalami kelaparan dan lainnya. sampai akhirnya mereka menikah dengan terpaksa karena dipaksa oleh orangtua angkat si gadis.
Pernikahan mereka pun tidak pernah tenang karena selalu di ganggu ibu dari si gadis yang bilang tidak suka dengan si suaminya lah. Sampai akhirnya si gadis hamil pun selalu diberikan tekanan, sedangkan si gadis melihat dari dulu dari awal abangnya menikah smuanya merupakan uang dari orangtua. Tapi apapun langkah yang diambil si gadis akhirnya disalahkan atau tidak pernah benar.
Anak dalam kandungan pun meninggal pada usia kandungan 9 bulan, entah tekanan dari orang tua tp yang pasti si gadis merasa sangat tertekan karena smuanya terasa tidak mengenakan di hati. akhirnya berpengaruhlah pada pernikahannya yang menjadi hancur.
Setelah disimpulkan semuanya adalah ternyata memang apa yang si gadis lakukan harus dengan tangannya sendiri kalau dia tidak berjuang sendiri ibu angkatnya akan menghina akan mencaci dan selalu menyalahkannya. Dia dibutuhkan dalam keluarga namun dia diperlakukan layaknya anak buangan yang tidak dianggap.
Dihadapan matanya, dia melihat sendiri kakaknya menikah lagi dan istrinya melahirkan anak secara cesar merupakan biaya orangtuanya bahkan dia melihat sendiri apapun yang dibeli untuk bayi kakaknya langsung dari dompet ibunya. Sedang sewaktu gadis itu menyatakan bahwa dia ingin menikah lagi dengan kekasihnya yang sekarang secara cepat, ibunya langsung mengatakan kalau dia tidak mau kalau nikah gara-gara punya cucu lagi karena dia enggak mau mengurusnya.
Apapun yang dilakukan gadis itu tidak pernah benar, oranglain yang salah pasti gadis itu yang kena imbasnya namun tak ada yang menyadari bahwa alasan dia keluar rumah adalah karena ibu angkatnya yang mau menang sendiri. Gadis itu tidak pernah sedikit pun kabur karena seorang pria tapi dia kabur karena perilaku ibunya yang tidak pernah berubah. Dia merasakan dibedakan, dia merasa menjadi sampah dalam keluarga tapi dia berusaha tegar entah sampai kapan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar